Posts tagged ‘mati’

Apa Yang Kau Tinggal?

Pasti tiba
saat kita melangkah pergi
berpindah ke alam abadi
tinggal bumi tumpangan
mati dan hidup lagi
di dunia hakiki

Harta dan nama
anak isteri, harta pusaka
luput ditelan zaman
layu direntang usia
lalu hilang tak dikenang Continue reading ‘Apa Yang Kau Tinggal?’ »

number of view: 8

Hidup Segan Mati Tak Mahu

Kita sedang hidup dan akan mati tatkala tiba masa yang ditentukan Allah. Kita tak pasti bila perpindahan daripada alam sementara ke alam kekal itu akan berlaku pada kita. Tatkala ia berlaku, kita sendiri tak dapat menghalang. Kita terkurung dalam dunia yang penuh cabaran dalam hidup yang penuh pancaroba. Hidup kita adalah ketentuan-Nya dan mati kita di tangan-Nya.

Tatkala kita tidak pasti akan semua itu, ada satu kepastian yang boleh kita katakan. KITA SEDANG HIDUP! Ya, kita sedang hidup dengan penuh nikmat yang sedang dirasai dan mungkin penuh liku yang sedang diterokai. Tidak disuruh untuk kita membunuh diri tanpa sebab dan tidak juga disuruh mencintai dunia sepenuh jiwa. Kita terpenjara dalam dunia yang penuh amanah, penuh tanggungjawab yang perlu diselesaikan.”Dunia itu penjara Mukmin Syurga Kafir

Orang beriman itu mencintai akan pertemuan dengan-Nya, merindukan syahid di jalan-Nya namun tidak pula hidup tanpa arah dan punca. Mereka mencari jalan demi dekat pada-Nya, mencari sinar demi melihat tanda-Nya, mereka hidup dan mereka tidak segan beribadah, bekerja dan berusaha memenuhi perintah dan panduan-Nya. Mereka tak segan hidup namun tak pula cintakan dunia bahkan menanti-nanti datangnya syahid.

Pun begitu, dalam dimensi lain ada orang yang hidupnya segan. Segan bekerja, segan beribadah, segan berzikir, segan berdakwah, segan berukhuwwah, segan menuntut ilmu, segan menunaikan perintah dan segala macam segan. Seolah-olah mereka segan hidup namun tak juga menanti-nantikan pertemuan dengan-Nya. Kerana mereka tahu akan daifnya amal untuk dipersembahkan, mereka tahu akan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat mereka jawab di hadapan penguasa alam. Namun, dunia masih di hati dan dikasihi selalu dalam jiwanya, ibarat ingin hidup seribu tahun lagi. Entah ke mana tujuannya, entah di mana fahamnya tentang dunia yang tak lama lagi akan ditinggalkan.

Di satu sudut ada orang-orang yang hidupnya tak segan dan syahid dinanti-nanti, di sudut yang lain ada orang yang seolah-olah tak ingin hidup lagi, namun cinta dunia dan takut mati. Di mana mentaliti kita?…

Di mana identiti kita…Hiduplah dengan mulia dan citakan Syahid.

number of view: 15